Showing posts with label cara membangkitkan semangat belajar. Show all posts
Showing posts with label cara membangkitkan semangat belajar. Show all posts

Wednesday, 16 March 2016

Tipe belajar siswa dan Media Belajar yang Cocok Untuk Mereka

Tipe Belajar Siswa

Setiap anak memiliki tipe belajar yang berbeda-beda sehingga diperlukan cara mengajar yang cocok agar mereka mampu menerima pelajaran lebih baik saat belajar dirumah.
Tipe belajar anakk dibedakan menjadi 3 macam yaitu Visual, Auditory, dan Kinestetic. Dari ketiga tipe tersebut masing-masing memiliki karrakter tersendiri. Seperti apa? Berikut penjelasannya.

1. Visual

Tipe Belajar Visual
Anak dengan tipe belajar visual bisa menyerap pelajaran yang baik dengan melihat. Anak dengan tipe ini lebih suka membaca dan melihat gambar. Coba perhatikan tingkah laku anak anda saat belajar dirumah. Jika mereka lebih banyak membaca, tertarik pada gambar, diagram, tabel atau grafik kemungkinan tipe belajar anak anda adalah visual. Jika anak anda ada pada kategori ini bisa disarankan saat belajar agar menandai bagian-bagian yang penting dari bahan ajar dengan menggunakan warna yang berbeda atau menggantikan kata-kata menjadi symbol jika perlu. Nah untuk membantunya belajar dirumah sediakan beberapa media belajar berikut sebagai komponen penunjang agar di lebih tertarik belajar.
Media belajar yang dapat diberikan untuk menunjang anak visual adalah sebagai berikut;
a.       Papan tulis
b.      Media gambar, video, poster, flow chart, grafik dan sebagainya
c.       Buku yang banyak mencantumkan diagram atau gambar
d.      Symbol-simbol visual

Baca juga : ciri-ciri tipe belajar siswa

2. Auditory

Tipe Belajar Auditory
Anak dengan tipe belajar auditory lebih mudah menerima pelajaran saat mereka mendengar penjelasan dari guru atau sumber belajar lain di sekelilingnya. Ketika anak kita malas untuk membaca tetapi lebih memilih untuk  mendengarkan penjelasan maka dapat disimpulkan anak anda memiliki tippe belajar auditory.
Anak dengan tipe auditory lebih mudah menangkap informasi dari apa yang mereka dengar. Kebanyakan dari mereka  bahkan merasa lebih nyaman saat belajar sambil mendengarkan alunan musik.
Beberapa  strategi yang bisa dilakukan agar mendapat hasil yang lebih maksimal dari cara belajar anak bertipe auditory yaitu sarankan kepada anak untuk menambahkan informasi yang didapat dengan cara berbicara dengan orang lain dan mengumpulkan catatan dari buku. Karena anak auditory cenderung suka terhadap suara maka disarankan untuk merekam ringkasan dari catatan yang dibuat lalu sering-sering didengarkan kembali.
Jika anak anda termasuk pada tipe ini maka anda bisa memberikan perangkat media player yang dilengkapi dengan audio recorder dan untuk menunjang aktifitas belajarnya anda bisa mengundang guru les privat untuk menemani belajarnya.
Media belajar atau cara belajar yang dapat diberikan untuk menunjang anak Auditory adalah sebagai berikut;
a.       Menghadiri kelas
b.      Diskusi
c.       Membahas suatu topic bersama dengan teman
d.      Membahas suatu topic bersama dengan guru
e.      Menjelaskan ide-ide baru kepada orang lain
f.        Menggunakan perekam
g.       Mengingat cerita, contoh atau lelucon yang menarik
h.      Menjelaskan bahan yang didapat secara visual (gambar, power point dsb)

3. Kinestetik

Tipe Belajar Kinestetik
Kinestetik berasal dari kata kinetik atau dalam bahasa indonesia memiliki arti gerak. Anak dengan tipe belajar ini biasanya lebih proaktif saat belajar.ada yang mengatakan bahwa anak kinestetik dapat menerima informasi seperti aak auditory dan visual. Tetapi anak kinestetik lebih suka mempraktekkan langsung sehingga dia akan memperolah pengalaman dari apa yang telah mereka praktekkan.
Anak tipe ini cenderung tidak bisa diam dan mereka tertarik mencari sendiri hal-hal yang ingin mereka ketahui. Untuk menunjang belajarnya kita sebaiknya memberikan contoh sehingga anak kita mampu memahami dengan lebih baik.
Media belajar atau  cara belajar yang dapat diberikan untuk menunjang anak kinestetik adalah sebagai berikut;
a.       Menggunakan seluruh panca indera : penglihatan, sentuhan, pengecap, penciuman, pendengaran
b.      Laboratorium
c.       Kunjungan lapangan
d.      Pembicara yang memberikan contoh kehidupan nyata
e.      Pengaplikasian
f.        Pameran, sampel, fotografi
g.       Koleksi  berbagai macam tumbuhan, serangga dan sebagainya

Ketiga tipe tersebut adalah tipe belajar yang umum dikategorikan. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.


Tuesday, 15 March 2016

Cara Membangkitkan Semangat Belajar Anak

Cara Membangkitkan Semangat Belajar Anak

Cara Membangkitkan Semangat Belajar Anak
Masalah yang sering dihadapi oleh para orang tua adalah saat mereka melihat anak-anak mereka malas jika disuruuh untuk belajar atau kurang semangat saat belajar. Bahkan ada beberapa orang tuan yang sampai marah-marah hanya untuk menyuruh anaknya belajar. Nah disini saya ingin mencoba menuliskan beberapa tips yang bisa kita praktekkan untuk meningkatkan semangat belajar anak. Ok daripada lama-lama mari kita simak 7 Tips agar anak semangat belajar.

1. Ciptakan suasana belajar yang kondusif

Hal yang bisa kita lakukan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif untuk belajar yaitu dengan tidak menyalakan TV atau tidak  bermain gadged saat anak kita sedang belajar. Hal itu tidak disarankan karena dapat merusak konsentrasi anak yang sedang belajar. Alangkah lebih baiknya bila kita ikut membaca buku atau surat kabar agar anak-anak kita termotivasi dan secara tidak langsung kita telh memberikan contoh yang baik kepada mereka.

2. Berikan motivasi kepada anak

Waktu yan gtepat untuk memberikan motivasi kepada anak kita adalah ketika mereka mendapatkan nilai jelek atau kurang memuaskan saat ulangan. Disini kita sebagai orang tua harus bisa membangkitka semangan anak-anak kita agar mereka bisa meningkatkan nilai pada ulangan yang selanjutnya. Selain itu, ketika anak kita mendapat nilai baguspun juga harus tetap diberi motivasi agar mereka bisa mempertahankan atau meningkatkan nilainya. Selain itu , kita sebagai orang tua juga harus bisa menjelaskan makna dan manfaat belajar kepada mereka. Maka dari situ anak akan lebih bersemangat belajar.

3. Jalin komunikasi yang hangat dan ringan

Komunikasi yang hangat dan ringan dapat kita mulai dengan menanyakan hal-hal kecil yang dialami putra-putri kita disekolah. Misalnya tanyakan bagaimana disekolah tadi? Bermain apa? Bermain dengan siapa? Tadi jajan apa aja? Diberi pelajaran apa? Dll dan setelah itu bisa kita lanjutkan dengan bertannya tentang hal-hal yang lebih serius contohnya ada PR atau tidak? Bagaimana nilai PR yang kemarin? Dan sebagainya. Komunikasi ini akan menjalin hubungan yang lebih akrab antara orang tua dan anak. Hal positif lain yang bisa dirasakan anak adalah anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya otomatis mereka akan merasa senang jika diperhatikan oleh orang tuanya. Komunikasi yang lebih akrab akan melatih kejujuran anak.

4. Bantu anak menyiapkan kebutuhan sekolah

Terlalu banyak kebutuhan sekolah anak kadang membuat mereka kurang teliti dalam mempersiapkan segala kebutuhan sekolah mereka. Peran orang tua dalam kasus ini yaitu membantu mereka mempersiapkan kebutuhan sekolah mulai kebutuhan belajar dirumah hingga kebutuhan disekolah. Seperti buku, alat tulis, bekal, dan lain-lain. Untuk melatih tanggung jawab dan kedisiplinan maka sebaiknya kita mengikut sertakan sibuah hati dalam kegiatan tersebut.

5. Jadwal belajar yang disiplin

Jadwal belajar yang disiplin perlu kita terapkan pada anak-anak kita. Hal ini akan bermanfaat untuk mereka sendiri dan untuk kita sendiri. Kita tidak usah susah-susah menyuruh mereka untuk belajar karena mereka sudah tau sendiri kapan waktu untuk belajar. Namun saya juga menyarankan waktu yang biasa diterapkan oleeh anak-anak untuk belajar yaitu setelah isyak, sebelum maghrib, dan setelah subuh atau sebelum berangkat sekolah.
Baca juga : manfaat belajar diwaktu yang tepat untuk belajar

6. Ketahui karakter belajar anak

Dengan mengetahui karakter belajar aak  maka kita bisa menyarankan dan memberikan fasilitas belajar yang cocok agar anak-anak kita menjadi semangat. Ada anak yang suka belajar sambil mendengarkan musik dan lain-lain. Jenis belajar anak ada tiga macam yaitu auditory, visual, dan kinestetic. Dari jenis-jenis tersebut kita bisa mengetahui anak kita masuk pada kategorii yang mana. Setelah mengetahui aak kita pada kategori yang mana kita bisa menentukan akan menggunakan cara apa agar anak kita menjadi semangat belajar.
Baca juga : tipe belajar siswa dan ciri-ciri anak auditory, visual, dan kinestetik

7. Hargai prestasi anak

Menghargai prestasi anak sangat disaran kan oleh para pakar pendidikan karena dapat memicu semangat belajar mereka. Menghargai prestasi anak dapat kita lakukan dengan cara memberi mereka hadiah. Hadiaih yang kita berikan tidak perlu sesuatu yang mahal atau mewah, cukup kita memberikan pensil baru atau koak pensil baru “misalkan saja” dll. Atau bisa saja kita ajak mereka liburan untuk sekedar membuart mereka senang dari situ anak kan berfikir jika Dia berprestasi maka pasti akan ada kejutan atau hadiah dari orang tua mereka.

Ketujuh tips tersebut hanya sebagian dari sekian banyak cara yang bisa kita lakukan agar anak kita semangat belajar. Agar tips-tips tersebut dapat berdampak benar-benar positif sesuai dengan apa yang kita inginkan maka jangan pernah lakukan beberapa hal seperti pada artikel ini klik disini.
Ok sekian Tips pada artikel kali ini, semoga bisa menjadi bermanfaat dan semoga anak kita menjadi lebih bersemangat belajar.

Aamiin. Sekian darii saya wassalam dan terima kasih.